Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung percepatan penurunan angka stunting, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema“ Peningkatan Kapasitas Kader Pendamping Keluarga dan Remaja dalam Rangka Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting di Kalurahan Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo”.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan skema pengabdian program kemitraan masyarakat. Munica Rita Hernayanti, S.Si.T, Bdn, M.Kes sebagai ketua tim pengabdi merancang kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader pendamping keluarga dan kader remaja. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat dan pencegahan serta penatalaksanaan stunting secara berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu pada Kamis. 23 April 2026 dan Sabtu/ 16 Mei 2026 di Balai Kalurahan Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo dengan melibatkan pihak mitra dari perangkat Kalurahan Banjarasri, Puskesmas Kalibawang, Penyuluh Keluarga Berencana, mahasiswa, kader kesehatan, remaja serta masyarakat setempat. Kegiatan tahap pertama berupa sosialisasi hasil penelitian pengabdi tahun 2025 mengenai perilaku pencegahan stunting pada remaja dan keluarga di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tahap kedua berupa penyuluhan dengan topik pendampingan remaja, gizi remaja dan kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan kader mampu menjadi agen edukasi kesehatan yang aktif dalam mendeteksi dini masalah kesehatan, memberikan pendampingan keluarga, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Pada kegiatan ini, pengabdi mengundang pemateri Yosevita Ramadhani Santikaputri, S.Tr.Keb, Bdn yang merupakan Duta Genre Nasional tahun 2023 untuk menyampaikan materi “Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)”. Adapun materi lain yang disampaikan oleh pengabdi meliputi “Gizi Remaja dan Pencegahan Stunting”, “Penatalaksanaan Stunting Berbasis Keluarga” dan “Pengkajian Vital Sign di Posyandu”
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, praktik pengukuran kesehatan, serta edukasi langsung kepada masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif kader dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Pada kegiatan ini juga diserahkan barang investasi mitra sebagai pendukung kegiatan posyandu kepada masing-masing perwakilan posyandu padukuhan. Adapun barang pendukung kegiatan tersebut berupa tikar (bagi posyandu remaja) dan termos air (bagi posyandu balita). Semoga barang tersebut bermanfaat mendukung kegiatan posyandu.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta berharap dapat memperkuat kapasitas kader kesehatan di masyarakat sehingga mampu mendukung terciptanya keluarga sehat, generasi berkualitas, dan penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat yang bermanfaat dan berdampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.